Paving block menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan untuk mempercantik sekaligus memperkuat permukaan halaman, taman, area pejalan kaki, hingga jalan. Selain memilih bentuk dan warna paving block, ternyata pola pemasangannya juga tidak kalah penting.
Dengan pola yang tepat, susunan paving block bisa terlihat lebih rapi, menarik, dan tentunya membuat area yang dipasang menjadi lebih enak dipandang. Menariknya, paving block dapat disusun dengan berbagai pola, mulai dari yang sederhana hingga kombinasi yang lebih dekoratif.
Nah, kali ini kita akan membahas beberapa pola pemasangan paving block yang bisa menjadi inspirasi untuk berbagai kebutuhan.

1. Pola Susunan Bata (Running Bond)
Sobat Beton pasti sudah cukup familiar dengan pola yang satu ini. Pola susunan bata atau running bond dibuat dengan menyusun paving block secara sejajar, tetapi setiap barisnya dibuat sedikit bergeser sehingga tampilannya menyerupai susunan batu bata pada dinding.
Pola ini terbilang sederhana dan mudah diterapkan. Hasil akhirnya juga terlihat rapi sehingga cocok digunakan untuk berbagai area, seperti halaman rumah, teras, maupun area pejalan kaki.
Meskipun sederhana, bukan berarti pola ini terlihat membosankan. Sobat Beton bisa memberikan variasi dengan menggunakan paving block dalam beberapa pilihan warna atau menyesuaikan arah susunannya dengan bentuk area yang akan dipasang.

2. Pola Anyaman (Basket Weave)
Kalau Sobat Beton ingin tampilan yang sedikit lebih dekoratif, pola anyaman atau basket weave bisa menjadi pilihan. Sesuai namanya, susunan paving block pada pola ini dibuat menyerupai bentuk anyaman.
Paving block disusun secara berpasangan atau berkelompok dengan arah yang berbeda, sehingga menghasilkan pola kotak-kotak yang terlihat seperti anyaman. Susunannya memberikan kesan klasik sekaligus menarik pada permukaan yang dipasang paving block.
Pola anyaman cocok digunakan untuk halaman rumah, taman, maupun area lain yang ingin dibuat lebih dekoratif. Penggunaan warna paving block yang berbeda juga bisa menjadi cara untuk membuat pola anyaman terlihat semakin jelas.

3. Pola Herringbone
Berikutnya ada pola herringbone atau yang sering disebut sebagai pola tulang ikan. Pola ini memiliki susunan paving block berbentuk zig-zag sehingga menghasilkan tampilan yang lebih dinamis dibandingkan pola susunan bata.
Pola herringbone dapat dibuat dengan beberapa arah pemasangan, salah satunya menggunakan sudut 45 derajat atau 90 derajat. Perbedaan arah tersebut akan menghasilkan tampilan motif yang berbeda pada permukaan paving block.
Selain memberikan tampilan yang menarik, susunan herringbone juga membuat paving block saling mengunci dengan baik. Karena itu, pola ini banyak menjadi pilihan untuk area yang mendapatkan beban lebih besar, termasuk area yang digunakan kendaraan.
Bagi Sobat Beton yang ingin menggabungkan fungsi dan tampilan, pola herringbone bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik.

4. Pola Kombinasi dan Variasi
Tidak harus terpaku pada satu pola saja, Sobat Beton! Paving block juga dapat dipasang menggunakan kombinasi beberapa pola untuk menciptakan tampilan yang lebih unik.
Kombinasi dapat dilakukan berdasarkan bentuk, warna, maupun arah pemasangan paving block. Misalnya, satu bagian area menggunakan pola susunan bata, sementara bagian lainnya menggunakan pola anyaman atau pola lainnya sebagai pembatas maupun aksen.
Penggunaan kombinasi warna juga dapat membantu mempertegas pola yang dibuat. Dengan sedikit kreativitas, paving block yang memiliki bentuk sederhana dapat menghasilkan motif yang lebih menarik dan memberikan karakter tersendiri pada suatu area.
Pola kombinasi ini dapat diterapkan pada berbagai tempat, mulai dari halaman rumah, taman, jalan, area parkir, hingga area tertentu yang ingin dibuat lebih menonjol.
Namun, perlu diingat bahwa semakin kompleks pola yang digunakan, proses pemasangannya juga bisa menjadi lebih membutuhkan ketelitian. Karena itu, sebaiknya tentukan terlebih dahulu pola dan desain yang ingin digunakan sebelum pemasangan dimulai.
Pilih Pola Paving Block Sesuai Kebutuhan
Pada dasarnya, tidak ada satu pola yang paling cocok untuk semua kondisi. Setiap pola memiliki karakter dan tampilan yang berbeda. Pola susunan bata cocok bagi Sobat Beton yang menginginkan tampilan sederhana dan rapi, sedangkan pola anyaman bisa memberikan kesan yang lebih dekoratif.
Sementara itu, pola herringbone dapat menjadi pilihan untuk area yang membutuhkan susunan paving yang lebih kuat dan saling mengunci. Jika ingin tampilan yang lebih kreatif, Sobat Beton juga bisa menggabungkan beberapa pola dan warna sesuai dengan desain area.
Jadi, sebelum memasang paving block, jangan hanya mempertimbangkan bentuk dan warnanya saja. Tentukan juga pola pemasangan yang sesuai agar hasil akhirnya tidak hanya kuat dan fungsional, tetapi juga terlihat menarik.
Sudah menentukan pola paving block yang ingin digunakan, Sobat Beton? Jika masih bingung bisa langsung menghubungi Tim Kalimantan Beton ya!
